Laporan Pandangan Mata dari Stadion KBRI

Salam Permitha!!!

Cuaca cerah menyelimuti tim sepak bola Permitha untuk bersiap-siap bertanding hidup-mati dalam partai derby Permitha vs. SIB. Suasana keakraban begitu terasa dalam persiapan ini apalagi ditambah dengan sebungkus ketan plus daging ayam atau sapi sebagai penambah tenaga hehee. Kali ini tim Permitha di wakili oleh semangat darah muda dari RMUTT, utusan AIT dan KMUTT. Pekik Permitha pun membahana setelah dengan khusuk tim ber do’a yg di pimpin langsung oleh sang kapten kang Didin dari AIT.

Disebrang lapangan tim SIB juga telah bersiap-siap dengan melakukan pemanasan bersama-sama. Seragam Biru mereka menyiratkan aura kekompakan. Walaupun kali ini Permitha tak berseragam, hal ini tidak mengurangi semangat bertanding. Saking semangatnya dan sebagai strategi menggertak lawan, striker utama Permitha, Pak Risdy dari AIT, malah memasuki lapangan dengan kaos tanpa lengan :).

Kira-kira pukul 10.00 pertandingan dimulai, pertandingan dipimpin oleh wasit kehormatan Pak Bayu Susila dari KMUTT. tiap tim terdiri dari 9 pemain termasuk kiper, waktu 20 menit tiap babak pun telah disepakati. Pertandingan berjalan seimbang dan saling serang antara kedua tim. sampai akhirnya pada menit ke 8 penjaga gawang SIB harus memungut bola dari gawangnya sendiri setelah tak mampu menghalau tendangan darah muda RMUTT setelah sebelumnya melakukan solo-run dari tengah lapangan. 4 menit kemudian SIB berhasil menyamakan kedudukan. Tak butuh waktu lama bagi Permitha untuk unggul lagi, kerjasama satu-dua dapat diselesaikan dengan baik, lagi- lagi RMUTT berkontribusi, skor pun 2-1 untuk keunggulan Permitha. Dua menit sebelum turun minum SIB berhasil menyamakan skor.

Dengan percaya diri dan berharap untuk menang, tim permitha memasuki lapangan permainan pada babak kedua. Mereka bersemangat apalagi sekretaris permitha pun telah datang untuk memberi dukungan secara langasung. Irama permainan di babak kedua tak jauh beda dengan babak pertama, kedua tim tetap bermain terbuka dan saling menyerang. Skema serangan dibangun, kombinasi kerjasama dan kecepatan membuat utusan RMUTT menusuk pertahanan kanan lawan, umpan lambung yg sangat terukur dikirim, utusan KMUTT yg kurang terkawal oleh bek lawan berhasil membelokkan arah bola dengan sundulan. Skorpun berubah 3-2 untuk keunggulan Permitha. Tampaknya Permitha belum ditakdirkan menang tahun ini, tembakan-tembakan keras SIB mengancam pertahanan permitha dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Peluit panjangpun terdengar, semua pemain saling bersalaman sebagai bentuk sportivitas.

Akhirnya, terimakasih bagi semua untuk partisipasi dan dukungannya. Tahun kemarin kita kalah, sekarang imbang, semoga tahun depan kita menang. Hidup Permitha!!!!

Comments

comments