Permitha Workshop 2012: Cyber Tools for Academic Writing and Doing Research (Field Report)

Tulisan ini merupakan salah satu tulisan peserta workshop atas nama Susan dengan link blog sebagai berikut.
Blog Susan : http://www.sahabatmuda.net/view/179/mahasiswa-indonesia-di-thailand-gelar-workshop-penulisan-cyber.html

BANGKOK – Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (Permitha) kembali mengadakan acara untuk mahasiswa Indonesia yang berada di Bangkok dan sekitarnya, Sabtu (28/7/2012). Acara kali ini berupa workshop dengan tema Cyber Tools for Academic Writing and Doing Research. Kegiatan yang dilaksanakan di KBRI Bangkok ini menghadirkan Ms. Montarat Rungruangthum. Ia adalah PhD Candidate in Applied Linguistics-KMUTT, yang menghabiskan masa studi Bachelor-nya di Thammasat University dan master degree di Mahidol University.

Pembicara bersama moderator
Pembicara bersama moderator

Ms. Montarat Rungruangthum, yang biasa disapa P’Mona, membuka workshop dengan sebuah permainan untuk menguji konsentrasi. Workshop yang dimulai sekitar pukul 13.00 waktu setempat ini kemudian dilanjutkan dengan empat materi berturut-turut, yaitu Cyber Tools: Online Database, Cyber Tools for Academic Writing and Doing Research, Using Plagiarism Checker for English Written Texts, dan How To Get A Scholarly Publication? yang diselingi dengan sesi Question & Answer di setiap materi, kemudian break untuk solat ashar.

Hal pertama yang dilakukan ketika ingin melakukan penelitian adalah mengumpulkan bahan penelitian dari berbagai referensi. Salah satu peserta yang merupakan mahasiswa master degree mengeluhkan akses sumber-sumber tersebut yang tidak gratis. Akses berbayar tersebut dinamakan close database. Namun, P’Mona membeberkan rahasianya berupa situs-situs berisi bahan penelitian yang memberikan akses gratis, seperti uc.thailis.or.th, tlsd.rsu.ac.th, discoveryeducation.com, jcmc.indiana.edu, dan lain-lain.

Selain itu, permasalahan yang juga sering dihadapi mahasiswa, yaitu penulisan dalam bahasa Inggris dan referensi. P’Mona merekomendasikan beberapa situs dan mempraktikkan salah satunya, whitesmoke.com/free-online-checker. Untuk penulisan referensi, P’Mona menggunakan aplikasi Zotero yang disediakan Firefox internet browser, sehingga tanpa mengetik secara manual, didapatkan penulisan referensi dengan rapi sesuai standar yang dapat dipilih.

Dalam publikasi karya cipta, terdapat kasus-kasus seperti plagiarism yang mewajibkan peneliti agar lebih berhati-hati agar jangan sampai melakukan pelanggaran yang bisa mengakibatkan diberhentikan bahkan diblacklist. Terkait hal ini, P’Mona menawarkan menggunakan fasilitas plagiarism checker, salah satunya scanmyessay.com. Situs ini mendeteksi isi penelitian yang dimasukkan dan menampilkan hasil berupa jumlah kata dan persentase plagiarism serta sumber yang mengandung isi yang sama tersebut.

Terakhir, P’Mona membagi tips dan trik untuk mendapatkan publikasi penelitian. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menjadi anggota dari forum-forum seperti call-for-papers.sas.upenn.edu, ASIA TEFL dan sejenisnya. Setelah itu, berbagai informasi mengenai konferensi untuk mempresentasikan penelitian, baik melalui email maupun jejaring sosial. Acara-acara tersebut kemudian disusun dalam sebuah jadwal (schedule). Segera setelah mengetahui adanya kesempatan itu, buatlah sebuah rencana penelitian.

Peserta workshop
Peserta workshop

Selama berlangsungnya workshop, P’Mona aktif memancing interaksi dengan peserta, seperti beberapa kali melemparkan pertanyaan dengan hadiah berbentuk ikon Thailand, yaitu gajah. Selain itu, P’Mona juga mendekati peserta ketika breaktime, untuk menanyakan apakah ada pertanyaan yang masih mengganjal. Tampak sekali usaha P’Mona untuk membawa workshop ini tidak sekadar berlangsung, tapi terlaksananya tujuan diselenggarakannya dan peserta dapat menikmati prosesnya. Dengan lihainya P’Mona menyelipkan candaan ringan di sela-sela workshop, hingga workshop berakhir sekitar pukul 17.30.

Comments

comments