Phasaa Thai: Nik Noy, No More…

Matahari siang itu, 10 mei 2014 memang sedang menapaki titik tertingginya begitu teriknya bahkan melirik pun dibutuhkan bantuan kedua buah telapak tangan sebagai penghalang agar penglihatan menjadi lebih baik. Pun begitu, hal tersebut tidak menurunkan semangat masyarakat berstatus warga negara Indonesia menuju ke KBRI Bangkok. Hari itu memang akan diadakan launching kursus bahasa Thailand. Acara ini sendiri digagas oleh departemen Sumber Daya Manusia (SDM) Permitha. Bertempat di ruang multi fungsi Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), kegiatan yang direncanakan akan diadakan setiap hari Sabtu siang mulai jam 14.00 s/d 16.00 waktu bangkok tersebut diikuti oleh 18 orang mahasiswa dan masyarakat Indonesia dari Bangkok dan sekitarnya.

Persiapan belajar bahasa Thai, ngelirik sedikit ah...
Persiapan belajar bahasa Thai, ngelirik sedikit ah…

“Sebagai kegiatan perdana Permitha yang terealisasi, kita mengharapkan agar kursus bahasa Thai ini dapat menjadi wadah penunjang bagi mahasiswa dan masyarakat Indonesia untuk kebutuhan akademik dan kehidupan sehari-hari” ujar ketua departemen SDM Permitha, Hubban Nasution. Kursus ini sendiri akan menghadirkan tutor sebanyak dua orang yang nantinya akan diisi secara bergantian, “ada yang namanya ajarn Usman dan ajarn Hasan, keduanya adalah native speaker yang mengerti tidak hanya bahasa Thai, tetapi juga bahasa inggris dan melayu, hal ini tentu saja akan memudahkan pada saat proses belajar-mengajar yang kita rencanakan akan kita laksanakan sebanyak 15 kali pertemuan” lanjut Hubban.

Tim SDM Permitha; Pak Hubban, Pak Andreas, dan Ibu BOA Cullen
Tim SDM Permitha; Pak Hubban, Pak Andreas, dan Ibu BOA Cullen

Minat untuk mengikuti kursus bahasa Thai ini memang tidak hanya kepunyaan mahasiswa Indonesia saja, tetapi terlihat juga beberapa masyarakat Indonesia yang turut serta mengikut kursus tersebut, “kebetulan saya ke Thailand karena ikut suami, jadi kalau gak bisa bahasa Thai gimana gitu ya, walaupun bahasa Thai susah ya, setidaknya saya ingin belajar agar bisa berkomunikasi dengan orang-orang Thailand” ucap mbak Yulia. Hal ini turut diamini oleh Nita, salah seorang mahasiswa KMUTT, “aduh saya sudah bosen bilang nik noy terus, sebenarnya pusing sih dengar orang ngomong bahasa Thai, apalagi nulisnya, jadi harapan saya ya bisa ngomong aja dengan orang Thai sudah cukup”.

Semangat tak pernah pudar, “ayo Ahya belajar bahasa Thai”
Semangat tak pernah pudar, “ayo Ahya belajar bahasa Thai”

Dirasakan atau belum, pelaksanaan kegiatan kursus bahasa Thai ini sendiri diharapkan dapat memberi manfaat tidak hanya bagi mahasiswa Indonesia tetapi juga oleh masyarakat Indonesia. “Sebagai organisasi, Permitha memang membuat program-program yang dibutuhkan oleh mahasiswa dan masyarakat Indonesia, dan ternyata Permitha masih dekat dan dirasakan manfaatnya, tidak lupa pula, kami sampaikan terima kasih kepada pihak KBRI Bangkok yang memberikan fasilitas dan support yang begitu besar bagi aktifitas dan program ini”, jelas Fahrizal Adnan, Wakil Presiden Permitha 2014-2015.

Suasana belajar yang nyaman dan fun menjadi magnet tersendiri
Suasana belajar yang nyaman dan fun menjadi magnet tersendiri

Pihak KBRI sendiri, yang diwakili oleh Kepala Sekolah SIB, ibu Tjatur Prasetyawati, menjelaskan bahwa, baik pihak KBRI Bangkok dan SIB sendiri akan terus mendukung dan menfasilitasi kegiatan-kegiatan mahasiswa apalagi kegiatan tersebut jelas memberikan manfaat tidak hanya bagi mahasiswa dan masyarakat Indonesia. “apalagi belajar bahasa Thai kan susah, saya rasa memang kegiatan ini sangat dibutuhkan, dan saya mudah-mudahan ilmu yang didapatkan dapat dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari agar setiap urusan dapat menjadi lebih mudah”, lanjut kepala sekolah yang sering di sapa bu Wati ini.

Bu Wati, Kepsek SIB antusias menyambut kursus bahasa Thai
Bu Wati, Kepsek SIB antusias menyambut kursus bahasa Thai

Melihat antusiasme yang tinggi dari mahasiswa dan masyarakat Indonesia, kemungkinan besar kegiatan ini akan dibuka untuk season kedua, “iya, kursus bahasa Thai ini akan kita buka untuk season yang kedua di bulan Oktober mendatang”, tutup Hubban diakhir wawancara. Tentu saja menjadi harapan kita semua agar pelaksanaan kursus bahasa Thai ini dapat membantu mahasiswa dan masyarakat Indonesia saat berkomunikasi dengan masyarakat Thailand, sehingga setelah selesai mengikuti kursus, bukan tidak mungkin kita katakan “Phasaa Thai: Nik Noy, No More” (Fassa).

“coba cek lagi data donatur-donatur kita, jangan sampai salah ya, mbak”
“coba cek lagi data donatur-donatur kita, jangan sampai salah ya, mbak”
“Pak Andreas dihitung yang benar ya, jangan sampai kita yang rugi”
“Pak Andreas dihitung yang benar ya, jangan sampai kita yang rugi”

Comments

comments