Sepenggal Kisah Pemilu di Bangkok

Satu bulan sudah setelah Pemilihan Umum (Pemilu) diselenggarakan di Bangkok, ternyata masih banyak kisah menarik yang tertoreh dalam pelaksanaannya. Tidak seperti di Indonesia, Pelaksanaan Pemilu di luar negeri memang diadakan lima hari lebih cepat atau tepat pada tanggal 5 April 2014. Hal ini memang menjadi tanda tanya bagi pengamat-pengamat politik dalam negeri, sehingga tidak sedikit dari mereka yang antipati dan mencurigai akan adanya kecurangan yang terjadi, terutama tenggang waktu antara pencoblosan dan perhitungan kertas suara dengan jeda yang cukup lama. Hal ini disanggah oleh pak Subandrio, sebagai salah satu anggota PPLN Bangkok, “Insha Alloh tidak ada kecurangan, kami bisa menjamin itu”, “karena setelah seluruh masyarakat mencoblos kertas suara, KPPS, disaksikan oleh saksi menutup kotak suara, diberi label, dan diberi gembok dengan tiga kunci, termasuk dipegang oleh ketua KPPSLN, KPPLN dan saksi” sambung pak Subandrio. Hal ini diamini oleh oleh ketua PPLN, Hasanuddin Nuru, “Bahkan dibandingkan dengan negara lain, jumlah masyarakat yang mencoblos lebih tinggi, hal ini menggambarkan antusiasme masyarakat Indonesia untuk mengikuti Pemilu lebih tinggi di Bangkok” tambah mahasiswa doktoral Mahidol University tersebut.

Antusiasme masyarakat Indonesia menyaksikan proses perhitungan suara di TPS Bangkok
Antusiasme masyarakat Indonesia menyaksikan proses perhitungan suara di TPS Bangkok

Hal senada juga disampaikan oleh pak Lutfi Rauf, selaku duta besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand, “Saya selaku representatif dari pemerintah, kita memfasilitasi pelaksanaan pemilu legislatif di Bangkok dan sebagai elemen bangsa, siapapun kita yang berada di Thailand wajib saling mengingatkan agar semua yang memiliki hak pilih agar memanfaatkan hak pilihnya sebagai pengejawantahan dari hak kedaulatan rakyat”, pak Dubes juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PPLN, KPPS, dan setiap elemen masyarakat yang terlibat sehingga pelaksanaan pemilu di Bangkok Thailand dapat dilaksanakan dengan baik. Hasil pantauan kami, proses pelaksanaan pemilu legislatif ini sendiri berjalan dengan sangat baik, bahkan proses pencoblosan surat suara yang dilakukan di dalam gelanggang olahraga KBRI Bangkok ini, telah dipersiapkan dengan semaksimal mungkin, terlihat dari atribut-atribut yang digunakan guna mempercantik tampilan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Selain itu, untuk memeriahkan pemilu, terlihat panitia mempersiapkan beberapa stand bazar di luar TPS dimana para ibu menjajakan makanan khas Indonesia yang tentu saja bisa melepas rindu terhadap kampung halaman tercinta.

“Jadi...yang kiri apa yang kanan ini pak?”
“Jadi…yang kiri apa yang kanan ini pak?”

Tetapi masih ada yang menjadi PR bagi pelaksanaan pemilu presiden bulan Juli mendatang, “sangat disayangkan pada saat sosialisasi, tidak semua masyarakat atau mahasiswa Indonesia yang hadir, apabila proses sosialisasi tersebut dapat dihadiri lebih banyak, pasti akan lebih baik lagi” ujar salah seorang masyarakat Indonesia di Bangkok. Bahkan, salah seorang saksi yang mewakili partai politik menyampaikan rasa puasnya terhadap pelaksanaan pemilu di Bangkok, “Luar Biasa, agar apa yang sudah dilaksanakan oleh PPLN dan KPPS, saya harap dapat dipertahankan, dan saya sangat puas” tutup saksi dari partai berlogo burung garuda tersebut.

Ketua PPLN dan ketua KPPSLN Bangkok memastikan bahwa kotak suara sudah benar-benar tersegel
Ketua PPLN dan ketua KPPSLN Bangkok memastikan bahwa kotak suara sudah benar-benar tersegel

Pelaksanaan pesta demokrasi untuk memilih wakil rakyat memang sudah kita lalui, wakil-wakil kita yang terpilih melenggang ke dewan pun telah dapat diprediksi. Beragam cerita memang menjadi ingatan bagi setiap masyarakat Indonesia, pemilu seakan menjadi momen bagi masyarakat untuk berpesta sejenak meski dengan definisi masing-masing. Torehan baik yang dicapai oleh pelaksanaan pemilu legislatif di Bangkok tersebut menjadi harapan agar prestasi yang sama dapat dipertahankan saat pelaksanaan pemilu presiden yang akan kita jelang bulan Juli mendatang. Tentu saja dengan tidak mengabaikan masukan-masukan yang diberikan oleh masyarakat agar proses sosialisasi dapat terus ditingkatkan. Semoga pesta demokrasi ini menjadi ajang bagi kita untuk menjadi lebih dewasa, dewasa memilih, dewasa untuk menang, juga dewasa untuk kalah, bukan malah terpecah belah. Semoga! (Fassa).

Saat proses perhitungan kertas suara akan segera dilakukan
Saat proses perhitungan kertas suara akan segera dilakukan
Mahasiswa Indonesia setelah selesai mencoblos
Mahasiswa Indonesia setelah selesai mencoblos

Comments

comments