KOMPETENSI ESAI ASEAN 2015

LATAR BELAKANG

Indonesia masih bisa dikatakan sebagai negara berkembang. Sebagian lagi mengatakan, negara ini adalah “macan Asia yang tertidur”. Sebuah jargon yang bisa bermakna positif jika kita pandai menyikapinya dan bisa juga bermakna negatif jika kita tidak mahir dalam memahaminya. Untuk sebagian besar masyakarat, Indonesia adalah sebuah negara yang besar. Ini bukan hanya sekedar bualan atau “nyanyian di dalam kamar mandi”. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang dihuni oleh sekitar 250 juta penduduk (43 persen dari populasi penduduk di Asia Tenggara) dan memiliki sekitar 583 bahasa lokal/daerah dan dialek. Negara ini juga merupakan negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia. Walaupun begitu, hitungan-hitungan tersebut tidak selalu bisa menjadi tolak ukur dari sebuah kemakmuran atau kesejahteraan rakyatnya. Perlu banyak patokan untuk melihat sebesar apa kapabilitas bangsa ini nantinya.

Salah satu cara untuk membuktikan Indonesia sebagai bangsa yang besar, masyarakat negara ini harus berani dalam mengambil tantangan dan mencari solusi yang baik untuk menanggulangi masalah yang pastinya akan selalu muncul. Salah satu masalah yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah kompetisi regional bernama Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community) yang resminya akan dijalankan akhir tahun nanti, 31 Desember 2015. Masalah ini bisa menjadi kesempatan untuk masyarakat mengambil peluang dan manfaat sebesar-besarnya, namun jika tidak disikapi dengan baik, maka kekalahan dan regresi harga diri kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia akan membuat kita semakin terpuruk.

Di sinilah kita perlu menelaah kembali ihwal budaya sosial ekonomi dan kepemerintahan untuk membangkitkan inovasi dan kejayaan bangsa.

PERTANYAANNYA

1. Mampukah generasi muda menafsirkan budaya sosial-ekonomi dan kepemerintahan untuk kejayaan bangsa?

2. Apa saja persoalan yang membelit budaya sosial-ekonomi dan kepemerintahan sehingga kurang berkembang?

3. Inovasi dan strategi apa yang dapat dilakukan agar budaya sosial-ekonomi dan kepemerintahan menjadi bangkit dan menjadi penyokong masa depan bangsa?

Untuk menjawab berbagai soal itu, Permitha (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand) mengundang anda, wahai para mahasiswa, untuk menuangkan gagasan dalam Kompetisi Esai ASEAN 2015 dengan tema: “Menuju Pintu Gerbang ASEAN Economic Community (AEC) 2015 : Integritas, Inovasi, dan Kesiapan Budaya Sosial-Ekonomi dan Kepemerintahan Indonesia”.

KE ASEAN

Comments

comments