SIMPOSIUM PPI DUNIA 2015, SINGAPURA

 

Kegiatan Simposium Internasional PPI Dunia 2015 diadakan di KBRI Singapura pada tanggal 8-10 Agustus 2015. Kegiatan ini dihadiri oleh 350 peserta, termasuk di dalamnya 110 delegasi PPI dari 35 negara. Delegasi Thailand tiba di Singapura pada tanggal 7 Agusuts 2015. Pada sore hari, diadakan kegiatan “Mini Olympics” melibatkan perwakilan dari masing-masing kawasan Asia-Oseania, Amerika-Eropa, dan Afrika-Timur Tengah. Lomba yang diadakan meliputi Tarik tambang, balap karung, memasukkan pensil ke dalam botol, serta futsal. Tim Amerika- Eropa keluar sebagai juara umum dalam Mini Olympics ini.

Kegiatan SI PPI Dunia 2015 resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Anies Baswedan, yang sangat menginspirasi diaspora Indonesia untuk membangun Indonesia. Beliau berpesan kepada pelajar Indonesia di luar negeri untuk mengambil ilmu sebanyak-banyaknya di negeri orang. “Jangan terburu-buru untuk kembali ke Indonesia, ambil pengalaman kerja 1-2 tahun di sana, kemudian kembalilah ke Indonesia, bukan untuk menerapkan ilmu yang dimiliki, tetapi untuk memecahkan permasalahan yang ada di Indonesia”. Prof. Dr. Boediono juga hadir untuk memberikan keynote speech yang menekankan kepada peran elite suatu bangsa dalam mengawal perjalanan bangsa. Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh elite-nya. “Apabila elite suatu bangsa itu baik, maka bangsa tersebut juga akan maju”. Pembukaan SI PPI Dunia 2015 juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, sebagai pembicara utama. Kehadiran dan cara pandang beliau mengenai peluang dan tantangan MEA 2015 sungguh menginspirasi generasi muda. Saat ini pemerintah berusaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur di Indonesia untuk menunjang perekonomian yang lebih baik. Beliau menantang generasi muda untuk dapat berkarya untuk kemajuan infrastruktur untuk transportasi.

A

Ignasius Jonan selepas memeberikan materinya tentang peluang dan tantangan MEA 2015

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel I dengan tema “Semangat 250 juta manusia: banyak anak, pastikah banyak rejeki?” dengan mengundang Bapak Faisal Basri dan Ririek Ardiansyah sebagai pembicaranya. Diskusi panel II bertemakan “Memperbaiki pendidikan, meraih momentum di era keterbukaan ekonomi” dengan mengundang Ibu Philia Wibowo dan Prof. Yohanes Surya sebagai pembicaranya. Hari pertama ditutup dengan Gala Dinner, pengumuman PPI Dunia Award, serta pertunjukan seni dari PPI Singapura. PPI Belanda meraih PPI Award untuk kategori Program Kerja Pendidikan Terbaik. PPI Belanda mengadakan program “Lingkar Inspirasi” yang merupakan mini seminar pendidikan yang diadakan setiap bulan dengan tema berbeda. Selain itu, PPI Belanda juga mengadakan kegiatan “Cerita van Holland” yaitu sesi sharing dari pelajar Indonesia di Belanda mengenai kehidupan pelajar di Belanda. PPI Korea Selatan (Perpika) merebut dua award sekaligus untuk Program Kerja Rekreasional Terbaik dan Program Kerja Sosial Terbaik. Program kerja Perpika yang diusung yaitu “Beasiswa untuk Indonesia”, “Sepatu untuk Indonesia”, serta “Ghamsahamnida Korea (Terima Kasih Korea)”. Ghamsahamnida Korea merupakan kegiatan pagelaran seni dan budaya Indonesia yang diadakan di Seoul Great Park. Berbagai seni tari dan budaya Indonesia ditampilkan oleh Perpika dan pekerja di Korea untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Korea.

B

Pertunjukan seni oleh PPI Singapura

Hari kedua dibuka dengan diskusi panel III bertajuk “Semangat kewirausahaan: membangun keunggulan kompetitif bagi Indonesia” dengan mengundang Ibu Mari Elka Pangestu, Derianto Kusuma, dan Sandiaga Uno sebagai pembicaranya. Acara dilanjutkan dengan panel diskusi IV yang mengusung tema “Pengalaman internasional untuk kemajuan nasional: meningkatkan kontribusi diaspora Indonesia”. Hari kedua ditutup oleh kuliah umum oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Jusuf Kalla. Pak Jusuf Kalla berkata bahwa Indonesia memiliki banyak peluang untuk maju, namun kita masih harus banyak belajar dari negara lain, seperti Singapura untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan teknologi lebih baik lagi. Kemajuan teknologi, sistem politik, dan sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu negara akan menentukan kemajuan negara tersebut.

C

Diskusi bersama Sandiaga Uno, Derianto Kusuma, dan Prof. Mari Elka Pangestu

Hari ketiga merupakan puncak acara dari rangkaian SI PPI Dunia 2015. Ketua Presidium Dewan PPI Dunia 2014-2015, Ahmad Almaududy Amri, menyampaikan laporan pertanggung jawaban dan program kerja PPI Dunia 2014-2015 yang telah tercapai. Sebanyak 69 program kerja berhasil direalisasikan dari 29 rekomendasi program kerja yang telah disepakati sebelumnya saat SI PPI Dunia 2014 di Jepang. Setelah itu dilakukan pengesahan logo PPI Dunia dan AD/ART yang baru. Acara dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Dewan Presidium PPI Dunia 2015-2016 dan pemilihan tempat SI PPI Dunia 2016. Steven Guntur dari PPI Rusia terpilih sebagai Ketua Dewan Presidium PPI Dunia 2015-2016 dan Mesir terpilih sebagai lokasi SI PPI Dunia 2016. Pada SI PPI Dunia kali ini, kami menyusun 8 butir Deklarasi Singapura yang berisi rekomendasi bagi pemerintah dalam rangka menyambut MEA 2015.

D

Delegasi Permitha bersama Ketua PPI Dunia 2015-2016, Steven Guntur

E

Foto bersama dengan PPI asia-oceania

Well, simposium internasional PPI dunia kali ini cukup memberikan motivasi untuk PERMITHA untuk dapat memberikan proker-proker terbaiknya, terutama dalam hal mengenalkan budaya Indonesia ke masyarakat Thailand, supaya nantinya kita siap menghadapi AEC. Semangat!

credited by: Junaida Astina

Comments

comments