Meneropong Pendidikan ASEAN di Thailand

 

ASEAN adalah sebuah organisasi pemersatu bangsa di Asia tenggara. ASEAN dipandang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, sehingga banyak atribut ASEAN, seperti bendera, slogan, dan poster bahasa dipasang di berbagai tempat di negeri ini. Tidak hanya di sekolah, kantor polisi dan rumah sakit pun ikut mendirikan 10 tiang bendera di depan halamannya. Pendidikan tentang organisasi ini juga tidak hanya terbatas di buku IPS, tetapi organisasi internasional ini juga menjadi mata pelajaran tersendiri di Negeri Gajah Putih ini, layaknya sebuah kebanggaan.

Tematik Juni-MFU-Khalid 2

ASEAN Youth Camp by Office of Higher Education (OHEC) di Mae Fah Luang University

Sejak tahun 1967, Thailand sudah mengerti posisi pendidikan ASEAN sangat penting untuk keberlanjutan organisasi ini. Mereka tidak ingin hanya generasi tua yang paham akan lika- liku perjuangan ASEAN. Mereka juga ingin anak-anak mereka paham dan bergabung dengan organisasi ini. Pendidikan ASEAN yang dilakukan di negara ini sangat sederhana, seperti mengenal negara-negara anggota ASEAN, baju adat, makanan, bunga, hingga bahasa percakapan sehari-hari setiap negara di Asia Tenggara. Thailand ingin menanamkan rasa kebersamaan kepada generasi kedepannya, sehingga mereka terbiasa dengan keberagaman masyarakat yang ada, termasuk keberagaman dengan masyarakat dari negara Asia Tenggara lainnya.

Siapakah yang bertanggung jawab atas pendidikan ASEAN di Thailand? Tidak hanya guru, tetapi masyarakat sekitar juga bertanggung jawab atas pendidikan ASEAN. Akan tetapi, banyak juga hal yang masih harus diperbaiki dari pendidikan ASEAN, seperti bahasa, bendera, dan pakaian yang tidak jarang tertukar atau terbalik antarnegara. Beberapa masyarakat ASEAN yang berada di Thailand pun merasa hal ini sebagai kekeliruan yang menggelikan yang mungkin terasa janggal, mengingat Thailand adalah salah satu negara pendiri organisasi dengan 10 negara ini. Antusiasme masyarakat memang besar, tetapi jika hal kecil yang keliru tidak dibenarkan, akan menjadi masalah yang menumpuk kedepannya.

Sebenarnya jika kita cermati, mengapa pendidikan ASEAN sangat diprioritaskan di kehidupan masyarakat Thai? Alasannya sederhana, Thailand dari zaman dahulu kala sangat menjaga persaudaraan dan perdamaian. Mereka paham bahwa kunci kemajuan suatu negara adalah menjaga nama baik kawan-kawan di sekelilingnya. Walaupun Thailand pernah tercemar dengan kejadian tempo dulu seperti konflik Ayutthaya, peristiwa 6 Oktober, dan kejadian lainnya, mereka sadar bahwa mereka tidak ingin ini terjadi lagi pada skala yang lebih besar.

Thailand memulai pelajaran ASEAN dengan menceritakan mengapa ASEAN bisa ada, dan bagaimana ASEAN bisa bertahan hingga hari ini. Pada tingkat SD, materi yang diajarkan sangat sederhana. Kemudian pada tingkat universitas, ASEAN mulai berubah menjadi sarana diskusi, mulai dari seberapa efektifkah ASEAN hingga mengapa ASEAN menganut prinsip non- intereferece. Selain itu, ada banyak sekali nilai-nilai ASEAN yang dicoba ditanamkan sebagai mindset untuk selalu bersatu dalam tingkat internasional, sama halnya seperti orientasi tahun pertama mahasiswa Thailand yang selalu dibuat “bersatu” dalam berbagai kegiatan.

Tentang Penulis :

Nama : Muhammad Khalid Wardana

Tempat, Tanggal Lahir : Banda Aceh, 3 Desember 1995

Undergraduate Student in International Development Department Mae Fah Luang University

 

Comments

comments