Peran Indonesia di Mata ASEAN dalam Rangka 71 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Artikel Tematik Terpilih Bulan Juni 2016 dengan tema “Merdeka itu…”

“Where are you from?” tanya seorang supir taksi kepada saya saat awal kedatangan saya di Bangkok 2 tahun lalu. “Indonesia”, jawab saya dengan antusias. “Oh…Indonesia, ASEAN, AEC!”, supir taksi itu menyahut dengan semangat ketika mengetahui saya berasal dari Indonesia. Saya terkejut melihat supir taksi di Thailand yang familiar dengan AEC (ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN), meskipun belum tentu beliau mengetahui apa itu AEC. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Thailand mengenal Indonesia sebagai saudaranya di persatuan negara-negara Asia Tenggara ini. Sebaliknya, banyak dari masyarakat Indonesia masih belum mengetahui AEC yang sudah dimulai pada awal 2016 lalu. AEC merupakan sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi pasar bebas ASEAN yang sangat kompetitif. Berdasakan hasil survei yang saya lakukan pada 2015 lalu, banyak mahasiswa Indonesia di beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta belum mengenal ASEAN dan gagal dalam menyebutkan negara anggota ASEAN dengan benar.

Pada 17 Agustus 2016, Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan yang ke-71 dan menjadi salah satu negara yang cukup senior di kawasan Asia Tenggara. Apabila dibandingkan dengan negara-negara lain di regional ini, Filipina merupakan negara tertua dengan kemerdekaan yang jatuh pada tahun 1898. Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, lalu disusul dengan Vietnam yang hanya selisih beberapa hari, yaitu 2 September 1945. Kemerdekaan Myanmar kemudian menyusul pada tahun 1948, kemerdekaan Laos pada tahun 1949, kemerdekaan Kamboja pada tahun 1953, kemerdekaan Malaysia tahun 1957, kemerdekaan Singapura tahun 1965 (memisahkan diri dari Malaysia), dan kemerdekaan Brunei Darussalam pada tahun 1984. Namun hal yang berbeda antara kemerdekaan Indonesia dari negara-negara lain yaitu kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan darah serta diplomasi, bukan pemberian dari penjajah.

Sejarah ini membawa posisi Indonesia dihormati sebagai “saudara tua” ASEAN yang juga merupakan salah satu dari 5 negara pendiri ASEAN atau disebut juga sebagai ASEAN 5 (Malaysia, Filipina, Singapura, and Thailand) pada tahun 1967. Selain itu, Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara karena 42% populasi Asia Tenggara merupakan penduduk Indonesia, serta wilayah Negara Kepulauan Republik Indonesia (NKRI) yang sangat luas, bahkan apabila wilayah Indonesia dibentangkan melebihi jarak dari Yangon (Myanmar) ke Tokyo (Jepang). Hal ini menjadikan Indonesia sebagai role model di wilayah Asia Tenggara (Myanmar Times).

Indonesia memiliki potensi sebagai The Most Democratic Nation di mata dunia, terutama di kawasan Asia Tenggara. Mata politik dunia tidak pernah lepas dari Indonesia sejak Indonesia berhasil menggelar Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden pertama di tahun 2004 hingga kini, serta diikuti dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di segala tingkat pemerintahan. Indonesia seakan menjadi suri teladan bagi negara-negara anggota ASEAN lainnya yang berusaha bergerak menuju demokrasi seperti Myanmar, Kamboja, Vietnam, dan Thailand (hasil Referendum Thailand 7 Agustus 2016 menyatakan bahwa 94% rakyat Thailand memilih untuk mendukung pemerintahan Junta Militer (Bangkok Post). Indonesia pernah menjadi mediator penyelesaian konflik sengketa batas wilayah di Candi Preah Vihear antara negara Thailand dan Kamboja. Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia cukup dihormati di ASEAN.

pic

Anak-anak Indonesia mengibarkan bendera di pelosok negeri (sumber: www.matanews.net)

Tentang Penulis:
Aryasatyani Dhyani, MA
Asian Graduate Program, Asia Research Institute (ARI)-National University of Singapore (NUS)
MA ASEAN Studies, Pridi Banomyong International College, Thammasat University, Bangkok-Thailand.

Comments

comments