Pedoman Gizi Seimbang: anjuran gizi terkini pengganti Empat Sehat Lima Sempurna

Artikel tematik terpilih bulan Oktober 2016 dengan tema “World Food Day : What’s happening in Indonesia?”


Lebih dari 15 tahun yang lalu Pedoman Gizi Seimbang telah dikenalkan dan disosialisasikan kepada masyarakat Indonesia. Namun sampai saat ini, masih banyak masyarakat Indonesia yang masih belum memahami pentingnya gizi seimbang yang ditandai dengan perilaku gizi yang masih berpedoman pada konsep 4 sehat 5 sempurna (4S 5S). Konsep 4S 5S membagi makanan menjadi empat sumber gizi penting yaitu makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, buah-buahan dan disempurnakan dengan susu. Konsep 4S 5S diperkenalkan pertama kali oleh Bapak Gizi Indonesia, Prof. Poorwo Soedarmo pada tahun 1952. Konsep ini mengacu pada prinsip Basic Four Amerika Serikat yang diperkenalkan sekitar tahun 1940. Namun slogan yang menitikberatkan pada empat sumber gizi yang penting tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu gizi. Salah satu prinsip yang sudah tidak relevan adalah penyamarataan kebutuhan gizi semua orang. Selain itu, banyak masyarakat yang salah mengartikan konsep 4S 5S, susu sebagai penyempurna dianggap tidak wajib dikonsumsi sedangkan kita tahu susu adalah sumber penting untuk pemenuhan kalsium.

Pada konsep 4S 5S, untuk mendapatkan diet yang sempurna, kita harus memenuhi semua komponennya yang tidak mudah diakses oleh masyarakat kurang mampu. Padahal kelengkapan asupan gizi tidak harus ada dalam satu kali porsi makan. Dilain pihak, bagi golongan yang dapat memenuhi kebutuhan dietnya secara sempurna, mereka merasa sudah cukup dalam pemenuhan gizinya tanpa melihat faktor lainnya seperti aktivitas fisik. Bisa saja konsep ini menjadi salah satu pemicu kesenjangan gizi yang mengakibatkan masalah gizi ganda, yaitu gizi kurang seperti kecenderungan pravalensi kurus (wasting), anak balita pendek (stunting) dan gizi kurang (underweight) serta permasalahan gizi lebih seperti obesitas.

Untuk menanggulangi masalah gizi tersebut di atas, pada tahun 2003 pemerintah Indonesia menerapkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) yang  mengacu pada kesepakatan konferensi pangan sedunia di Roma tahun 1992 yang melahirkan prinsip Nutrition Guide for Balanced Diet. Kini PUGS sudah semakin disempurnakan dengan konsep Pedoman Gizi Seimbang (PGS) yang diluncurkan sejak 2014. Perbedaan antara 4S 5S dan PGS adalah pada konsumsi makanan sehari-hari dimana dalam PGS asupan gizi harus dipenuhi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan individu sesuai kelompok umur. Konsep PGS juga berpinsip bahwa jenis kelamin, kesehatan dan aktivitas fisik merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Salah satu hal yang ditekankan dalam konsep PGS adalah tidak memberlakukannya susu sebagai makanan penyempurna lagi, susu ditempatkan satu kelompok dengan sumber protein hewani.

Setiap negara di dunia memiliki konsep visualisasi yang berbeda untuk menerapkan PGS. Jika Amerika Serikat memiliki Food Pyramid, maka di Indonesia, prinsip PGS divisualisasikan dalam bentuk Tumpeng Gizi Seimbang (TGS) dan Piring Makananku: Sajian Sekali makan. Pada TGS, semakin ke atas maka ukuran tumpeng semakin kecil yang berarti jenis pangan pada posisi paling atas dibutuhkan dalam jumlah kecil. Pada TGS dan Piring Makananku juga teradapat siluet aktivitas fisik, menimbang berat badan dan visualisasi mencuci tangan. Hal tersebut sesuai dengan 4 pilar yang menjadi prinsip Tumpeng Gizi Seimbang, yaitu keanekaragaman pangan, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik dan mempertahankan berat badan normal. Visualisasi Piring Makananku dimaksudkan sebagai panduan yang menunjukan sajian makanan dan minuman dalam satu kali makan.

Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan berharap dengan adanya revolusi 4S 5S menjadi PGS dapat mendukung penyelesaian masalah-masalah gizi di Indonesia termasuk dapat menekan efek samping dari masalah gizi seperti stunting, obesitas dan pravaleni penyakit tidak menular. Sehingga pada akhirnya perilaku gizi masyarakat bisa berubah menjadi lebih lebih baik ke arah perilaku gizi seimbang.

pic-1

pic-2

Sumber:

Pedoman Gizi Seimbang, Kementrian Kesehatan RI 2014

Pedoman Gizi Seimbang 2014, http://gizi.depkes.go.id/pgs-2014-2

Inilah Perbedaan ‘4 Sehat 5 Sempurna’ Dengan ‘Gizi Seimbang’, http://www.depkes.go.id/article/view/16051300001/inilah-perbedaan-4-sehat-5-sempurna-dengan-gizi-seimbang-.html

Comments

comments