Catatan Ringkas Belajar di Negeri Tetangga

Catatan Ringkas Belajar di Negeri Tetangga
Oleh
Eko Sutrisno
(Mahasiswa Faculty of science King Mongkut’s University of Technology Thonburi)

Tanggal 2 Mei setiap tahunnya di Indonesia merupakan hari istimewa bagi kalangan pendidikan dan masyarakat pada umumnya. Pada tanggal tersebut ditetapkan pemerintah sebagai Hari Pendidikan Nasional. Peringatan hari pendidikan tersebut tak terlepas dari kiprah seorang pahlawan nasional yaitu Ki Hajar Dewantara dalam mencerdaskan dan memajukan bangsa melalui sektor pendidikan. Pemerintah dalam hal mengisi kemerdekaan memandang perlu dan menjadikan sektor ini sebagai pondasi kemajuan bangsa. Kebijakan ini kita kenal sebagai pendidikan dasar 9 tahun.
Pendidikan dalam konsep pendidikan dasar sebagai hal fundamental yang diprogramkan untuk mencetak manusia Indonesia yang berpikiran maju. Pendidikan menjadikan seseorang akan cerdas secara intelegensi dan emosional. Tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan dalam negeri, pemerintah melalui hubungan bilateral dan multilateralnya mendorong anak – anak Indonesia untuk menuntut ilmu ke luar negeri. Selain meningkatkan kapasitas, program ini secara nyata memberikan pengalaman bagaimana persaingan era global dan prediksi arah kebijakan global.
Anak Indonesia yang menjawab tantangan untuk menimba ilmu di negara lain dituntut untuk mampu mandiri dan berdikari. Posisinya sebagai pelajar di negara lain tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, melainkan cerminan pribadi bangsa. Mengambil keputusan untuk kuliah di negara lain tidaklah mudah, selain kemampuan penguasaan bahasa internasional bekal yang tak kalah penting adalah skills pada konsentrasi pendidikan yang dipilihnya.


Pengalaman penulis ketika berinteraksi selama mengikuti perkuliahan yang dinilai cukup baik untuk diadopsi ketika pulang ke Indonesia meliputi :
1. Konsep pendidikan Thailand
Pendidikan di Thailand secara umum tidak berbeda dengan Indonesia. Kebijakan pemerintah melalui mengalokasikan hingga 20% dari anggaran pemerintah setiap tahunnya untuk penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan dasar bagi warga negara Thailand dimulai dari anak usia dini (3 – 5 tahun) hingga berumur 18 tahun atau dimulai pada tahap pendidikan usia dini hingga pada tahap sekolah menengah atas. Pendidikan diklasifikasikan sebagai pendidikan dasar dan pendidikan tinggi [1].
Selain pendidikan formal, pemerintah Thailand melalui Ministry of Educational menyediakan dan mengakui pendidikan non formal dalam bentuk online. Program ini dikenal dengan nama Thailand Massive Open Online Course (MOOC). Sistematika pembelajaran ini sudah mulai diterpakan pada tahun 1971, namun semakin gencar di sosialisasikan sekitar tahun 2008 setelah bekerja sama dengan beberapa negara maju di Amerika dan Eropa [2].
Materi pendidikan yang ditekankan cenderung pada ilmu exact (Matematika dan Pengetahuan Alam), sedangkan pembangunan karakter ditanam kan pada saat pendidikan dasar (usia peserta didik 3 – 12 tahun).

2. Hubungan emosial dan profesionalisme
Perekrutan tenaga pendidik atau guru dilakukan secara sentralisasi oleh bidang pemerintahan yang membawahi pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar standard tenaga pendidik sama dan mempunyai program pengajaran dan persepsi terhadap output dan outcome yang sama pula. Dengan demikian antara program pemerintah pada pembangunan SDM akan sejaran dengan proses pembelajaran yang dilaksanan oleh tenaga pendidik yang direkrut.
Tenaga pendidik dari tingkat usia dini hingga universitas, secara strata sosial berada di bawah strata raja dan among, sehingga peserta didik akan sangat menghormati dan mendengarkan setiap ucapan dari seorang tenaga pendidik. Kultur sosial yang terbentuk ini setidaknya mengurangi gesekan antara peserta didik, keluarga dengan tenaga pendidik. Hubungan yang tercipta sangat harmonis, dalam proses kegiatan pembelajaran kedua belah pihak sangat professional karena dibangun dengan rasa kekeluargaan. Proses transfer ilmu tanpa rasa sungkan namun tetap saling menghormati.

3. Aplikasi teknologi dan informasi yang terintegrasi
Teknologi adalah sebuah bentuk peradaban yang tidak dapat dipungkiri oleh setiap manusia termasuk pada dunia pendidikan. Pembelajaran dilakukanpun berbasis teknologi. Berlatar belakang pendidikan exact maka kalangan pendidikan sudah tidak canggung lagi dalam pengunaan teknologi. Bahkan banyak universitas yang menawarkan beasiswa yang konsentrasi programmer dan aplikasi teknologi. Tidak heran ketika proses kegiatan belajar mengajar menggunakan aplikasi yang berbasis IT. Bahan kuliah, pengumpulan tugas dan penyampaian hasil dilakukan secara online. Dengan konsep tersebut, waktu dan jarak sudah tidak menjadi kendala yang berarti lagi. Teknologi sebagai sebuah perabadan manusia saat ini telah menjadi kebutuhan dalam proses pemenuhan kebutuhan hidup.
Tidak semua yang ada di luar negeri selalu terbaik dan atau terdepan, di Indonesia sebagai negara berkembang masih berupaya menerapkan aplikasi yang sesuai dengan kultur dan kemampuan SDM yang kita miliki. Keseimbangan antara kemampuan intelegensi dengan linguistic menjadi faktor penentu keberhasilan program pemerintah dalam membangun SDM melalui dunia pendidikan. Semoga apa yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewan Tara mampu kita lakoni sehingga menjadi semangat dalam membangun dunia pendidikan. Ing Ngarso Sung Tulodo (yang didepan memberi teladan), Ing Madyo Mangun Karso (yang ditengah memberi bimbingan), Tut Wuri Handayani (yang dibelakang memberi dorongan).
Semoga dengan ilmu yang kita dapatkan menjadi bekal kita untuk mengabdi pada ibu pertiwi, sebagai bukti kecintaan kita terhadap negara. Mengabdi melalui dunia pendidikan dan atau bernuansa pendidikan telah berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan. Selamat menempuh pendidikan dimanapun dan segera kembalilah untuk membangun bangsa. Indonesia maju, Indonesia yang berhasil mencerdaskan generasi mudanya.

Referensi:
[1] http://atdikbudbangkok.org/Sistem-Pendidikan-di-Thailand.pdf
[2] http://www.thailibrary.in.th/2014/04/01/moocs/


eko gambar2Nama : Eko Sutrisno 
Status : Mahasiswa International Program Nanosciene and Nanotechnology,
Fakultas : Faculty of science 
Nama Universitas : King Mongkut's University of Technology Thonburi

Comments

comments