JANGAN GABUNG PERMITHA!!!

Perkembangan dunia yang semakin mengglobal membuka peluang seluruh partisipasi warga dunia untuk dapat mengekspresikan kebebasannya, termasuk dalam menuntut pendidikannya. Saat ini, globalisasi menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari Indonesia dengan semakin banyak masyarakat mengenal dunia, salah satunya dengan melanjutkan studi di perguruan tinggi luar negeri, seperti layaknya di Thailand.

Tujuan untuk melanjutkan pendidikan tinggi adalah tentu memberikan positive externality untuk lingkungan masyarakatnya kelak dengan penambahan ilmu dan kompetensi serta keunggulan skill lainnya. Hal-hal tersebut menjadi prioritas utama selama menempuh dan menjalani perjalanan penuh rintangan pendidikan.

Seperti kebanyakan pelajar-pelajar di luar negeri, pelajar Indonesia di Thailand pun membentuk perhimpunan pelajar Indonesia atau lebih dikenal dengan nama Permitha (Perhimpunan Mahasiswa Thailand). Permitha terbentuk pada tahun 2002 khususnya pada ASIAN Institute of Technology dimana para mahasiswa mulai membentuk suatu perhimpunan silaturahim untuk para pelajar Indonesia yang tinggal di Thailand.

Namun, haruskah kita sebagai pelajar Indonesia bergabung dengan Permitha?

Sebagai seorang pelajar, kita tentu sangat dituntut untuk menyelesaikan pendidikan sebaik mungkin dan secepat mungkin. Tidak ada alasan bagi kita tidak melakukan hal tersebut, terlebih kebanyakan dari kita adalah para awardee yang mendapatkan amanah berupa beasiswa yang kebanyakan dananya adalah dari pajak negara. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita membayar dengan tuntas melalui hasil pendidikan terbaik dari kita ini.

Berkaitan dengan Permitha, ini adalah organisasi non-profit yang menuntut adanya kontribusi secara volunteer dengan partisipasi aktif tiap anggotanya. Sehingga, mau tidak mau dengan bergabung di Permitha, setiap anggota akan dibebani tugas sesuai dengan departemen yang mereka pilih. Tugas ini tentu cukup berat, belum juga ditambah dengan seabreg tugas dari kampus dan project penelitian dari ajarn (sebutan untuk dosen di Thailand).

Oleh karena itu, sekiranya perlu pertimbangan-pertimbangan khusus sebelum bergabung dalam Permitha. Sangat tidak disarankan untuk bergabung dalam Permitha. Sungguh… sangat tidak disarankan, yakni bagi beberapa mahasiswa yang memiliki karakteristik seperti berikut ini.

  1. Mahasiswa yang Sangat Kaya Raya 7 Turunan

Tentu, sangat tidak dianjurkan bagi mahasiswa yang kekayaannya menembus ratusan triliun bahkan tidak akan habis hingga tujuh turunan. Mahasiswa seperti ini tidak perlu melakukan apapun untuk menjamin hidupnya karena dari awalnya sudah tercukupi semuanya. Bayangkah, hingga tujuh turunan dia akan berkecukupan tanpa henti. Sehingga, adanya dia bergabung dari Permitha sekiranya tidak akan meningkatkan welfare dari orang seperti ini karena kebutuhan semua hal bisa dia penuhi dengan sangat mudah.

Tidak bergabungnya orang seperti ini ke dalam Permitha akan memberikan keuntungan baginya untuk fokus dalam mengurus bisnisnya. Justru apabila dia bergabung dalam Permitha, dia akan kehilangan konsentrasi pada bisnisnya, belum lagi menghadapi tantangan studi di luar negeri yang sungguh sangat berat.

Ini merupakan win-win solution, karena di Permitha kita tidak membutuhkan orang yang hanya bergabung dan semangat di awal, tapi loyo dalam prosesnya, tanpa menyumbangkan kontribusi apapun.

Oleh karena itu, biarkan si Kaya Raya ini tidak bergabung dengan Permitha.

 

  1. Puas Sudah Cukup Ilmu

Yosh, masuk ke kriteria kedua. Ini adalah jenis mahasiswa yang sudah cukup ilmu. Secara harfiah, Permitha adalah perhimpunan mahasiswa Indonesia untuk menjalin silaturahim. Hal ini memiliki pesan intrinsik berupa di dalam silaturahim sebenarnya ada ilmu yang akan dipelajari dan ditransferkan. Bagaimana untuk memberikan service dan menjalin komunikasi adalah sebagian hal yang akan bisa kita pelajari dari organisasi Permitha ini.

Nah, bagi mahasiswa yang sudah memiliki kecukupan ilmu dan tidak mau menambah ilmunya lagi, sungguh lagi lagi sangat tidak disarankan untuk bergabung dalam organisasi yang sangat menuntut kita agar selalu berkembang dalam skill dan ilmu, termasuk cara untuk melayani dan memberikan manfaat kepada orang lain.

Orang-orang yang sudah memiliki cukup ilmu dan merasa puas dengan itu, maka akan sangat tidak bergairan untuk menambah ilmunya di Permitha, sehingga bergabungnya dia dengan Permitha merupakan waste time bagi dirinya, karena dia hanya akan mempelajari ilmu yang sudah dia pahami dengan kecukupan ilmunya.

Lebih dari itu, sesungguhnya Permitha hanya membuka pintu kepada orang-orang yang mau terus belajar dan berbagi, karena kita bukan organisasi pelit akan ilmu, tapi justru menuntut mahasiswa untuk terus menggali ilmu dan kemampuannya dalam berinteraksi. Sedangkan mahasiswa-mahasiswa yang sudah puas akan ilmu (ilmu yang berkecukupan), mereka akan menolak untuk berinteraksi karena mereka mengganggap bahwa mereka sudah mengetahui ilmu mengenai interaksi tersebut.

Sehingg, lagi lagi… sangat tidak disarankan untuk bergabung dalam Permitha.

  1. Mencari Keuntungan Pribadi

Seperti tujuan awal dari Permitha, organisasi ini adalah suatu perhimpunan dengan tujuan awal untuk bersilaturahim antar mahasiswa Indonesia di Thailand. Di dalam perjalanan silaturahim ini, anggota dituntut untuk mencurahkan tenaganya guna melaksanakan program-program kerja dalam memfasilitasi proses silaturahim ini. Semua proses pengurusan program kerja ini didasari atas hati nurahi dan tindakan volunteer yang tidak akan mendapatkan penghasilan.

Untuk mahasiswa yang ingin mencari keuntungan pribadi, tentu tidak akan masuk diakal bagi dia untuk bergabung di dalam Permitha, organisasi yang tidak dapat memberikan profit sama sekali bagi dirinya, non-profit organization. Tentu apabila orang-orang seperti ini dipaksakan untuk bergabung dalam Permitha, dia akan sangat frustasi karena tujuan dari hidupnya untuk membuat “keuntungan pribadi” tidak terpenuhi.

Oleh karena itu, kembali lagi saya ingatkan, jangan bergabung ke Permitha bagi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki niatan seperti ini. Kalian akan waste time dan mengalami kerugian yang sangat besar.

  1. Bergabung Tanpa Visi-Misi

Untuk kriteria terakhir, ini adalah kriteria terberat dari semua kriteria sebelumnya. Kenapa bisa demikian? Ayo kita cari tahu.

Pada tiga kriteria sebelumnya, semuanya berkaitan dengan urusan pribadi, dari mulai urusan kekayaan, ilmu, hingga urusan mencari keuntungan pribadi. Semua hal tersebut hanya berkaitan dengan diri pribadi. Nah… pada kriteria terakhir ini, Bergabung Tanpa Visi-Misi, adalah sebuah kriteria yang berhubungan dengan orang lain, atau lebih tepatnya kriteria yang dapat merepotkan orang lain.

Ingat bahwa Permitha adalah organisasi dimana anggotanya secara sukarela untuk berkontribusi maksimal dengan segala tanggung jawab yang harus diemban. Dalam hal ini, mahasiswa yang sudah masuk dalam Permitha, akan diplotkan sesuai dengan departemen pilihannya yang didalamnya terdapat spesifik program kerjanya.

Di dalam program kerja, setiap mahasiswa akan secara intens dituntut menuntaskan program kerja ini sebaik mungkin. Nah, bagi mahasiwa yang bergabung tanpa visi-misi di Permitha, mereka akan mengerjakan program kerja secara asal-asalan, asal selesai tanpa effort lebih untuk menyelesaikannya sebagai best performance. Pekerjaan yang dikerjakan secara seadanya dan asal-asalan biasanya dicirikan dengan buruknya proses sebelum atau saat pelaksanaan kegiatan, tentu dengan hasil yang juga buruk.

Untuk mengerjakan program kerja, biasanya diperlukan paling tidak koordinasi, pengajuan proposal, dan lain sebagainya. Nah, bagi yang tidak memiliki visi-misi atau gairah di Permitha, mereka akan sungkan untuk melakukan koordinasi yang mengakibatkan dampak lanjutan yang lebih besar, dan hasil akhirnya tentu program kerja yang kurang baik. Lalu siapa yang akan disusahkan? Tentu anggota yang terlibat pada program kerja tersebut.

Oleh karena itu, kembali… mahasiswa-mahasiswa seperti ini sangat tidak disarakan untuk bergabung dalam Permitha karena akan sangat menyusahkan orang lain dengan kinerjanya yang tidak maksimal.

Dengan demikian, sebagai penutup, patutlah kita sebagai mahasiswa yang diberikan amanah dari negara untuk menempuh pendidikan di luar negeri agar memiliki visi-misi dalam diri. Termasuk visi-misi dalam suatu organisasi seperti Permitha, Pasti, dari sekian departemen yang ada di dalam Permitha, ada satu program yang sesuai dengan keinginan kita passion kita untuk digeluti. Sehingga, sebelum memutuskan bergabung, temukanlah passion itu, sebuah alasan mengapa kita harus bergabung. Jangan asal bergabung tanpa adanya tujuan yang jelas yang nantikan akan membuat kontribusi kita setengah-setengah dan justru merepotkan orang lain.

Article Writer:
Bayu Rizky Pratama, Ketua Departemen Kajian Strategis Permihta, Agricultural and Resource Economics, Kasetsart University, Thailand.

 

-TT

 

Comments

comments