WASPADA DALAM BERKONTAK LANGSUNG! KETAHUILAH APA ITU CACAR MONYET, BAGAIMANA GEJALA, PENULARAN SERTA PENCEGAHANNYA?

Written by: Galih Albarra Shidiq, Febby Yulia Hastika, Noviyanti Soleman & Budi Eko Siswoyo

Baru-baru ini masyarakat digegerkan dengan adanya penyakit Cacar Monyet (Monkeypox). Namun apakah kamu tahu apa itu cacar monyet? Nah sobat Permitha semua, kali ini Kastrat (Kajian Strategis Permitha) akan membahas tentang apa itu cacar monyet, gejala, penularan serta pencegahannya berdasarkan sumber-sumber yang terpercaya yang bukan HOAX dan hati-hati juga pastikan sobat Permitha semua jangan mudah termakan oleh HOAX ya hehehe.

Cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus langka yang ditularkan dari hewan yang terinfeksi kepada manusia. Pada tahun 1970, cacar monyet pertama kali diidentifikasi pada seorang anak laki-laki berumur 9 tahun yang tinggal di Republik Demokratik Kongo, kemudian Republik Demokratik kongo ditetapkan sebagai endemic cacar monyet. Pada tahun 1996-1997, wabah besar cacar monyet terjadi di Republik Demokratik Kongo [1].

Untuk pertama kali nya, cacar monyet ditemukan diluar benua Afrika pada tahun 2003 di Amerika Serikat. Pasien cacar monyet dilaporkan telah melakukan kontak dengan anjing yang terinfeksi oleh tikus Afrika yang di impor ke Amerika Serikat. Sejak tahun 1970 cacar monyet telah dilaporkan dari 10 negara di benua Afrika antara lain Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik afrika Tengah, Nigeria, Pantai Gading, Liberia, Sierra Leone, Gabon dan Sudan Selatan [1, 4].

Secara umum, penyakit ini ditularkan dari hewan ke manusia melalui kontak langsung. Bisa ditularkan melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit atau mukosa hewan yang terinfeksi. Infeksi pada manusia telah didokumentasikan melalui penanganan monyet yang terinfeksi, tikus dan tupai, dengan hewan pengerat yang kemungkinan besar merupakan reservoir virus [2].

Infeksi cacar monyet dibagi menjadi dua periode yaitu periode pertama, pasien akan mengalami demam, sakit kepala, pembekakan kelenjar getah bening (limfadenopati), nyeri punggung an nyeri otot. Pada periode kedua, akan muncul ruam pada beberapa bagian tubuh dimulai dari wajah, telapak tangan dan telapak kaki. Ruam dimulai dari bintik merah yang berisi cairan bening yang melepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai ruam menghilang [1, 2].

Fase sebelum terjadinya cacar monyet dinamakan fase inkubasi atau muncul gejala gejala. Fase inkubasi bisa memakan waktu 5-21 hari sebelum akhirnya timbul cacar monyet pada tubuh. Hingga kini belum ditemukan vaksin atau pengobatanm cacar monyet, namun sebenarnya cacar monyet dapat pulih. Pemulihan cacar monyet akan terjadi mulai 2 minggu hingga 4 minggu. Lalu akan menyisakan bekas cacar seperti cacar pada biasanya [1].

Gejala penyakit cacar monyet hampir sama dengan cacar air, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, muncul bintil-bintil berisi air di seluruh tubuh, dan ruam kulit muncul pada wajah. Tetapi yang membedakan yaitu pada beberapa hari kemudian (hari kelima hingga ketujuh) akan terjadi bintil-bintil berisi air menjadi bernanah dan agak keras saat disentuh. Kemudian pada akhir minggu kedua, bintil-bintil itu akan menjadi keropeng dan bertahan sekitar satu minggu dan setelah tiga minggu, ruam akan menghilang dan bintil-bintil tidak lagi menular [3, 5].

Penyakit ini cara penularannya melalui primata seperti tikus. Pada kasus yang terjadi di Afrika, cacar monyet terjaid akibat dari kontang dengan kera yang terinfeksi, tikus serta tupai. Proses penularan pun bermacam macam mulai dari mengkonsumsi hewan yang terinfeksi dan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Sejauh ini penularan antar manusia sangat jarang ditemukan namun sangat disarankan agar menjaga jarak dengan pasien yang terindikasi mengalami cacar monyet [6, 11].

Cacar monyet memang terlihat cukup menakutkan. Sehingga sangat disarankan untuk melakukan pencegahan dini dengan menerapkan beberapa cara berikut ini:

  • Vaksin Varicella

Varicella merupakan vaksin yang yang digunakan untuk mencegah cacar air. Meskipun cacar monyet berbeda dengan cacar air yang mana disebabkan oleh virus zoonosis. Namun Sinta Murlistyarini (ahli penyakit kulit dan kelamin FKUB) menyatakan bahwa Varicella dapat membantu mencegah cacar monyet hingga 80% [7, 8].

  • Menerapkan pola hidup sehat dan bersih

Pola hidup sehat dan bersih merupakan salah satu kunci untuk mencegah cacar monyet. Tindakan yang dapat dilakukan seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan tubuh, dan menjaga kebersihan makanan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Monkey Pox [8].

  • Hindari kontak langsung dengan primata

Seperti yang diketahui bahwa virus monkey pox ditularkan melalui tikus maupun primata lainnya. Untuk ini hindari kontak langsung dengan primata untuk mengurangi resiko terkena virus cacar monyet. Apabila kontak langsung terjadi karna unsur ketidaksengajaan maka jangan lupa untuk mencuci tangan atau membersihkan bekasnya [8].

  • Hindari konsumsi hewan buruan liar

Konsumsi hewan buruan liar juga menjadi penyebab cacar monyet, karena hewan liar kebersihannya sangat diragukan. Mengapa? karena kita tidak tahu apa yang telah terkontaminasi dalam tubuh hewan liar tersebut [8]

Selain hal-hal diatas, Kastrat sendiri menghimbau kepada sobat Permitha pembaca semua. Bahwa ada pedoman internasional yang dapat diadopsi oleh negara kita tercinta, Indonesia terkait manajemen kasus, pemberian pelayanan, dan psikososial dalam mengatasi penyakit cacar monyet (monkeypox) ini [12] bahkan pilihan intervensi dan setiap indikatornya sesuai hasil penelitian [13]. Namun demikian, aspek pembiayaan kesehatan menjadi salah satu tantangan ketersediaan vaksin penyakit cacar monyet (Monkeypox) virus [14] sehingga tidak hanya mempertimbangkan dan mengadopsi pedoman internasional terkait manajemen kasus cacar monyet ini [12] tetapi juga penting untuk mengetahui strategi dan intervensi apa yang dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan pelayanan pasien cacar monyet (Monkeypox) pada low-resource setting [13].

Kehadiran cacar monyet di negara tetangga Singapura cukup mengagetkan warga Indonesia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat Indonesia, mengingat belum ada vaksin atau pengobatan pasti tentang cacar monyet. Banyak warga yang takut akan menularnya penyakit cacar monyet. Bahkan sempat bermunculan berita hoax akan masuknya virus Monkey Pox di Indonesia. Berita tersebut langsung dibantah oleh Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan, beliau mengatakan bahwa sampai saat ini belum ditemukan virus Monkey Pox. Namun warga dihimbau untuk tetap waspada serta menjaga kebersihan dan kesehatan [9, 10].

Referensi

[1] World Health Organization. Monkeypox. www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/monkeypox. Diakses pada 23 Mei 2019.

[2]        Cacar Monyet: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan. www.health.detik.com/berita-detikhealth/d-4557782/cacar-monyet-gejala-penyebab-dan-pengobatan. Diakses pada 23 Mei 2019.

[3]        Bagaimana Mencegah Cacar Monyet Sejak Dini?. https://www.tagar.id/bagaimana-mencegah-cacar-monyet-sejak-dini/. Diakses pada 23 Mei 2019.

[4]        Cacar monyet: Bagaimana gejala dan penularan virus asal Afrika ini?. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-48250944. Diakses pada 23 Mei 2019.

[5] Cacar Monyet dan Cacar Air Berbeda, Kenali Keduanya. https://sains.kompas.com/read/2019/05/15/092700723/cacar-monyet-dan-cacar-air-berbeda-kenali-keduanya?page=all. Diakses pada 23 Mei 2019.

[6]        Fakta-fakta Tentang Penyakit Cacar Monyet yang Muncul di Singapura. https://nationalgeographic.grid.id/read/131728130/fakta-fakta-tentang-penyakit-cacar-monyet-yang-muncul-di-singapura?page=all. Diakses pada 23 Mei 2019.

[7]        Cacar Monyet: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4557014/vaksin-varicella-proteksi-80-persen-tubuh-manusia-dari-cacar-monyet. Diakses pada 23 Mei 2019.

[8]        Kiat Mencegah Cacar Monyet. https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3627411/kiat-mencegah-cacar-monyet. Diakses pada 23 Mei 2019.

[9]        Kemenkes Pastikan Cacar Monyet Belum Ditemukan di Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190515112045-255-395029/kemenkes-pastikan-cacar-monyet-belum-ditemukan-di-indonesia. Diakses pada 23 Mei 2019.

[10]      KSAD dan RSPAD Jelaskan Isu Hoax Prajurit TNI Kena Cacar Monyet. https://news.detik.com/berita/d-4557431/ksad-dan-rspad-jelaskan-isu-hoax-prajurit-tni-kena-cacar-monyet. Diakses pada 23 Mei 2019.

[11]      Antisipasi Penularan Cacar Monyet, Dari Gejala, Pencegahan, hingga Pengobatan. http://aceh.tribunnews.com/2019/05/17/antisipasi-penularan-cacar-monyet-dari-gejala-pencegahan-hingga-pengobatan. Diakses pada 23 Mei 2019.

[12]      Nigeria Centre for Disease Control (NCDC). (2017). Monkeypox Outbreak Response INTERIM NATIONAL GUIDELINES. Tersedia di https://ncdc.gov.ng/themes/common/docs/protocols/50_1508912430.pdf.

[13]      Mary G. R, Andrea M. M, Beatrice N, Robert S. L & Brett W. P. Improving the Care and Treatment of Monkeypox Patients in Low-Resource Settings: Applying Evidence from Contemporary Biomedical and Smallpox Biodefense Research. MDPI, 2017. Viruses 2017, 9, 380; doi:10.3390/v9120380. Tersedia di https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5744154/pdf/viruses-09-00380.pdf.

[14]      Brown, K & Leggat, PA. Human Monkeypox: Current State of Knowledge and Implications for the Future. Trop Med Infect Dis. 2016 Dec 20;1(1). pii: E8. doi: 10.3390/tropicalmed1010008. Tersedia di https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/30270859.

Comments

comments